AWAS PROVOKASI BERDARAH! PTPN 4 Jambi Diduga Siapkan ‘Pasukan Boneka’ SPBUN Hadapi 1000 Buruh, Manajer Kebun Arogan Mengaku Sejajar Direktur!
JAMBI, 27 September 2026 – Krisis nyali tampaknya sedang melanda ruang eksekutif BUMN PTPN IV Regional 4 Jambi. Menghadapi rencana aksi unjuk rasa dan blokade 1000 buruh dari Federasi Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (F-SERBUK) pada 28 September 2026, pihak manajemen diduga kuat merancang skenario licik: membentrokkan sesama pekerja di lapangan dengan memobilisasi Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) sebagai “pasukan tameng” perusahaan.
Indikasi pengondisian konflik horizontal ini terbongkar secara telanjang melalui rekaman percakapan telepon via WhatsApp pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 16.31 WIB. Percakapan tersebut terjadi antara Sdr. Arief Kurniawan Putra, yang mengklaim diri sebagai Ketua SPBUN Jambi, dengan Andrew Sihite, Tim Propaganda dan Media Komwil F-SERBUK Jambi.
Sirkus “Jeruk Makan Jeruk”: Manajer Membela Manajer Dalam percakapan tersebut, Sdr. Arief bertindak layaknya juru bicara resmi bagi Kabag SDM PTPN IV, Zulkarnain Harianja. Arief mengonfirmasi bahwa massa SPBUN akan hadir di titik lokasi aksi (Jalan Lingkar Barat 1, Pal 10) dengan dalih membela “anggota” mereka, yakni Sdr. Eresyanto (Manajer PTPN IV Kebun Bukit Kausar).
Sebuah ironi besar dan dagelan yang memalukan bagi tata kelola BUMN: Sdr. Arief Kurniawan Putra sendiri secara definitif adalah seorang Manajer PTPN IV di Kabupaten Batanghari. Bagaimana mungkin seorang pejabat manajerial yang digaji dari aset negara dan pajak rakyat mengenakan topeng serikat pekerja, demi melindungi sesama manajer dari tuntutan keadilan kaum buruh? Ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa SPBUN di PTPN IV patut diduga beroperasi sebagai Yellow Union (Serikat Boneka/Serikat Kuning)—sebuah ornamen perusahaan yang dikendalikan elit manajemen untuk memberangus serikat buruh murni.
Delusi Kekuasaan: Manajer Kebun Mengaku Selevel Direktur Tingkat arogansi oknum BUMN ini mencapai puncaknya ketika dikonfirmasi lebih jauh. Dalam rekaman tersebut, Sdr. Arief dengan congkak menyatakan bahwa posisinya sebagai Ketua SPBUN adalah “sejajar dengan Pimpinan PTPN 4 Regional 4 Jambi (Direktur)”.
Klaim ini bukan sekadar halusinasi birokrasi, tetapi penghinaan terhadap nalar publik. Sangat di luar nalar ketika seorang manajer kebun di Batanghari menganggap dirinya memiliki otoritas setara direksi. Sikap arogan ini memperlihatkan betapa kronisnya mentalitas oknum pejabat PTPN IV yang merasa kebal hukum dan tak tersentuh.
Gertakan Dibalas Tantangan Terbuka Saat ditanya landasan logis mengapa ia menjadi perpanjangan lidah Zulkarnain Harianja, jawaban Arief terus berubah-ubah. Alih-alih memberikan argumen rasional, Arief justru mencoba mengintervensi dengan terus-menerus menanyakan posisi dan meminta bertemu langsung dengan Andrew Sihite—sebuah taktik usang yang terindikasi sebagai bentuk gertakan.
Namun, manajemen PTPN IV salah memilih lawan. Andrew Sihite, dengan rekam jejak panjang sebagai aktivis, pimpinan ormas, dan tokoh yang malang melintang di garis depan perlawanan terhadap sindikat narkoba, tidak mundur satu sentimeter pun. Merasa muak dengan gaya premanisme berbalut seragam BUMN, Andrew melibas gertakan tersebut dengan memberikan alamat lengkapnya secara terbuka. “Silakan jumpai saya di lokasi yang saya berikan. Kapanpun, dimanapun, saya layani!” tegas Andrew.
Peringatan Darurat Kepada Intelijen Polda & Polresta Jambi F-SERBUK Provinsi Jambi memberikan peringatan keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH), secara khusus fungsi Intelijen Polda Jambi dan Polresta Jambi. Kami mendesak Kepolisian untuk segera memeriksa legalitas pergerakan SPBUN:
- Apakah pihak SPBUN telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Aksi dengan waktu dan titik koordinat yang sama persis dengan F-SERBUK? Jika tidak, keberadaan massa SPBUN di dalam maupun di luar pagar PTPN IV adalah ilegal dan merupakan bentuk provokasi aktif.
- Jika besok terjadi pertumpahan darah akibat bentrokan antara buruh F-SERBUK yang menuntut hak asasi dengan massa SPBUN bentukan manajemen, maka Zulkarnain Harianja dan Arief Kurniawan Putra adalah pihak pertama yang harus dimintai pertanggungjawaban pidana atas dugaan mengorkestrasi adu domba.
Bawa saja pasukan boneka kalian! 1000 massa buruh F-SERBUK Jambi tidak akan gentar. Kami datang untuk membongkar kebusukan manajemen, dan kami pastikan aspal di depan PTPN IV akan menjadi saksi bahwa kebenaran tidak bisa dibungkam oleh arogansi pejabat BUMN!
Dikeluarkan oleh:
Divisi Propaganda & Media Komite Wilayah Provinsi Jambi Federasi Serikat Buruh Kerakyatan Indonesia (F-SERBUK)
Penulis : Andrew Sihite – Aditya
DISCLAIMER HUKUM & HAK CIPTA RILIS PERS
- Tanggung Jawab Isi: Seluruh isi, data, temuan, dan pernyataan dalam Rilis Pers ini dikeluarkan secara resmi oleh Divisi Propaganda & Media Komite Wilayah F-SERBUK Provinsi Jambi berdasarkan asas kebebasan berpendapat, perlindungan hak buruh, dan peran serta masyarakat dalam pengawasan publik.
- Asas Praduga Tak Bersalah & Klarifikasi: Penggunaan istilah “diduga”, “indikasi”, maupun fakta rekaman merupakan temuan awal organisasi. Pihak-pihak yang disebutkan dalam rilis ini senantiasa diberikan hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
- Perlindungan Tim & Penulis: Penulis dan tim media F-SERBUK bertindak untuk dan atas nama organisasi, sehingga segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tindakan hukum balasan merupakan ancaman langsung terhadap kebebasan berserikat dan pers yang dilindungi undang-undang.
- Penggunaan Media: Seluruh insan pers dan media massa diperbolehkan mengutip, mendistribusikan, dan mempublikasikan rilis ini secara utuh maupun sebagian dengan tetap mencantumkan F-SERBUK Provinsi Jambi sebagai sumber resmi.
