AIB POPNAS 2025: Jambi Peringkat 26, Yandriadi Sebut Dispora Gagal Paham Pembinaan
JAMBI, 11 November 2025 – Ini bukan sekadar penurunan. Ini adalah bencana dan tamparan keras bagi dunia olahraga Jambi. Kontingen pelajar Jambi pulang dari POPNAS 2025 Jakarta dengan tangan hampa, tanpa satu pun medali emas, dan harus rela terperosok di peringkat 26 nasional.
Sebuah kemerosotan yang memalukan, mengingat dua tahun lalu di Palembang 2023, Jambi masih gagah duduk di peringkat 15 dengan koleksi 3 Emas, 13 Perak, dan 9 Perunggu.
Kini, prestasi itu tinggal kenangan. Di Jakarta 2025, Jambi hanya mampu mengais 6 Perak dan 17 Perunggu. Emas? Nol Besar.
Pengamat Olahraga Jambi, Yandriadi, tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Baginya, ini adalah kegagalan murni yang biang keroknya satu: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi.
“Jangan pakai alasan klasik lagi. Ini bukan soal bakat atlet kita tidak ada. Ini murni soal manajemen yang amburadul!” tegas Yandriadi saat diwawancarai, Selasa (11/11).
“Jatuh 11 peringkat dan pulang tanpa emas itu bukan evaluasi lagi namanya, itu vonis. Vonis bahwa Dispora telah gagal total dalam membina atlet pelajar. Ini memalukan!”
Dispora Kerja ‘Seadanya’, Atlet Jadi Korban
Yandriadi menunjuk hidung Dispora sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas ambruknya prestasi ini. Data di lapangan, menurutnya, sudah lebih dari cukup untuk menyudutkan Dispora.
“Logika sederhananya saja, bagaimana mau menang kalau persiapannya asal-asalan? Saya dapat informasi valid, para pelatih menjerit karena tidak ada Pemusatan Latihan (Pelatda) terpusat,” semprotnya.
Fakta ini sejalan dengan keluhan atlet di arena yang merasa ‘kurang di-support’ dan melihat keseriusan provinsi lain, sementara kontingen Jambi terkesan ‘seadanya’.
“Ini kejahatan olahraga namanya. Atlet dibiarkan berjuang sendiri-sendiri, cabor bergerak masing-masing. Dispora kerjanya apa? Mereka mengorbankan mental dan keringat anak-anak kita yang sudah berjuang mati-matian,” ujar Yandriadi.
Alasan Anggaran Cuma Alibi Basi
Yandriadi juga muak jika Dispora kembali bersembunyi di balik alibi basi soal ‘keterbatasan anggaran’.
“Sudahlah. Kalau alasannya duit lagi, duit lagi, itu cuma menunjukkan ketidakbecusan mereka dalam manajemen. Ini soal prioritas! Kalau provinsi lain bisa mengelola anggaran mereka untuk prestasi, kenapa Jambi tidak?” tanyanya.
“Ini artinya Dispora gagal meyakinkan Pemprov dan DPRD, atau lebih parah lagi, memang tidak becus mengelola uang rakyat yang sudah dipercayakan ke mereka.”
Dia mendesak Gubernur Jambi untuk jangan diam melihat aib ini.
“Gubernur harus turun tangan. Evaluasi total kinerja Kadispora dan seluruh jajarannya yang terlibat. DPRD, khususnya Komisi IV, jangan diam saja. Panggil mereka! Minta pertanggungjawaban atas kegagalan yang memalukan ini. Jangan sampai uang rakyat dipakai untuk membiayai birokrasi yang mandul prestasi,” pungkasnya.
Penulis : Andrew Sihite
