Konferensi Pers GMNI Jambi, Nyatakan Sikap Tegas Perangi Kasus Korupsi
Di Jambi, khususnya Kabupaten Tebo, rakyat sedang disuguhi tontonan gratis yang tidak kalah seru dari sinetron prime time. Drama dugaan korupsi berjilid-jilid, Dinas Pendidikan yang harusnya mendidik malah sibuk menghitung anggaran yang “rajin hilang”. Dinas PUPR, alih-alih membangun jalan, justru membangun rekening. ULP yang seharusnya jadi pintu transparansi malah menjelma jadi pintu belakang transaksional. Dan Bakeuda? Entah mengapa lebih sibuk jadi “bank keluarga” ketimbang bendahara rakyat.
Semuanya seperti orkestra besar. Alatnya lengkap, nada sumbang, tapi pemainnya kompak dalam satu irama-irama kebocoran anggaran. Yang kasihan siapa? Tentu rakyat. Mereka menonton, tapi tiketnya dibayar dengan pajak, keringat, dan masa depan anak-anaknya.
Ludwig Syarif selaku Ketua DPC GMNI Jambi, dalam konferensi pers di Sekretariat DPC GMNI Jambi dengan tegas mengecam keras praktik busuk yang terus berulang di bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, khususnya di Kabupaten Tebo. Dugaan kasus korupsi yang menyeret Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PUPR, ULP, hingga Bakeuda adalah bentuk pengkhianatan nyata terhadap amanat rakyat dan konstitusi.
“Korupsi bukan hanya merampok uang negara, tapi juga merampok harapan rakyat kecil yang mestinya mendapat pendidikan layak, jalan yang kokoh, dan pelayanan publik yang bermartabat. Kami menegaskan, jangan pernah anggap enteng suara rakyat. GMNI Jambi akan terus berada di garda terdepan untuk mengawal isu ini, mengingatkan, sekaligus menekan aparat penegak hukum agar tidak main mata, agar tidak tebang pilih, dan agar lebih serius memproses setiap dugaan korupsi sampai tuntas”, pungkas Ludwig.
“Cukup sudah Tebo dan Jambi menjadi panggung bancakan elit yang rakus. Rakyat sudah muak, dan kami GMNI Jambi tidak akan berhenti bersuara, sebab di pundak kitalah keadilan harus ditegakkan”, lanjut Ludwig.
Pada konferensi pers tersebut DPC GMNI Jambi menyampaikan komitmennya sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti setiap temuan dugaan korupsi di Dinas-dinas yang ada di Kabupaten Tebo.
Lebih lanjut GMNI Jambi juga menegaskan bahwa dalam menyoroti kasus-kasus dugaan korupsi akan diaktualisasikan pada setiap daerah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi agar terciptanya birokrasi yang lebih sehat dan berintegritas
