NEGARA BAYAR MAHAL UNTUK INI? L.I.M.B.A.H Tuntut HKI Bertanggung Jawab Atas ‘Jembatan Ambles’ di Mestong.
JAMBI,08 November 2025 – Di antara deru mesin konstruksi dan klaim sukses Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Jambi Seksi 4, ada cerita getir yang datang dari warga Desa Muara Sebapo, Kecamatan Mestong. Bagi mereka, kemegahan tol justru mewariskan satu-satunya jalan penghubung ke kebun—sumber nafkah mereka—menjadi ‘jebakan maut’ yang siap merenggut nyawa.
Jembatan layang (overpass) di KM.17, yang dibangun oleh PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebagai pengganti jalan yang terputus, kini ambles 20 cm. Aspal retak menganga, dan struktur beton terlihat ‘jatuh’, menciptakan patahan berbahaya di tengah jembatan.
“Setiap kali lewat, jantung saya berdebar. Kami takut, tapi kami harus lewat. Kebun kami di seberang,” keluh seorang warga kepada tim investigasi Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Jambi.
TIGA BULAN DIABAIKAN PT. HKI
Investigasi yang dipimpin oleh Jurnalis L.I.M.B.A.H., Paramon dan Kang Maman, menemukan fakta yang lebih menyakitkan daripada sekadar kerusakan fisik: indikasi pengabaian yang disengaja.
Di atas retakan yang menganga itu, tim menemukan sisa-sisa tanda cat semprot berwarna merah.
“Tanda cat itu adalah bukti. Warga mengonfirmasi, petugas dari HKI sudah datang dan melihat lokasi ini sekitar tiga bulan lalu. Mereka sudah menandainya,” ungkap Paramon dengan nada geram. “Artinya, selama tiga bulan, PT. HKI—anak perusahaan BUMN besar—tahu ada ‘bom waktu’ di jembatan ini, dan mereka membiarkan warga bertaruh nyawa setiap hari.”
Bagi warga, ini adalah ironi paling kejam. PSN hadir menjanjikan kemajuan, namun yang mereka dapatkan adalah rasa cemas saat melintasi satu-satunya akses hidup mereka.
“INI AIB! BUKAN RETAK, TAPI PONDASI KOSONG!”
Temuan tim investigasi ini diperkuat oleh analisa teknis yang tajam dari Ketua Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Jambi, Andrew Sihite, yang kapasitasnya bukan hanya sebagai aktivis lingkungan, tetapi juga seorang Ahli Utama Jalan bersertifikat.
“Saya sudah melihat bukti visualnya. Biar saya luruskan, ini bukan retak aspal biasa. Ini kegagalan pondasi,” ujar Andrew Sihite.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, Andrew menjelaskan apa yang dilihatnya sebagai seorang ahli:
“Lihat foto-fotonya. Ada rongga kosong di bawah pelat beton. Tanah timbunan di belakang jembatan itu ‘hilang’ atau amblas. Ini menunjukkan pemadatan timbunan saat konstruksi tidak sempurna, atau sistem drainasenya gagal total. Ini adalah cacat mutu fatal, bukan kerusakan karena pemakaian.”
Andrew Sihite tidak bisa menyembunyikan kemarahannya saat berbicara tentang siapa kontraktornya.
“Ini memalukan! PT. HKI adalah anak BUMN, menggunakan uang negara untuk Proyek Strategis Nasional. Apakah ini kualitas yang mereka banggakan? Apakah ini standar keselamatan yang mereka berikan untuk rakyat Jambi? Ini penghinaan terhadap standar teknis konstruksi di Indonesia,” tegasnya.
PERTANGGUNGJAWABAN, BUKAN ‘TAMBAL SULAM’
Kondisi jembatan yang ambles 20 cm ini bukan lagi soal estetika, tapi soal keselamatan publik. Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Provinsi Jambi menuntut PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) untuk berhenti menganggap remeh nyawa warga.
“Kami tidak butuh perbaikan ‘tambal sulam’ kosmetik,” lanjut Andrew. “Sebagai Ahli Jalan, saya katakan ini harus DIBONGKAR TOTAL DAN DIBANGUN ULANG sesuai standar.”
L.I.M.B.A.H. Jambi mendesak PT. HKI dan induknya, PT. Hutama Karya (Persero), serta Kementerian PUPR untuk segera:
- Melakukan perbaikan ulang total pada oprit jembatan KM 17. Bukan ditambal, tapi dibongkar dan dipadatkan ulang.
- Audit teknis terhadap semua jembatan layang di Seksi 4 Tol Jambi. Jangan sampai ada ‘bom waktu’ lain yang menunggu.
- Menyampaikan permohonan maaf resmi kepada warga Desa Muara Sebapo atas kelalaian yang membahayakan nyawa mereka selama berbulan-bulan.
“Perkumpulan L.I.M.B.A.H. akan terus mengawal masalah ini. Jika HKI tidak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki secara tuntas, kami akan menempuh langkah yang lebih keras. Keselamatan warga tidak bisa ditukar dengan dalih target penyelesaian proyek.”
Kontak Media:
Paramon 0821.2009.3489
Kang Maman 0816.3278.9500
