Editor's PickKota JambiOthers

​DUDUK BERSAMA UNTUK JAMBI: Satu Napas Melindungi Negeri, Satu Langkah Bersama Memutus Rantai Narkoba

​JAMBI, 17 April 2026 – Sebuah langkah elegan dan penuh kedewasaan baru saja ditorehkan dalam sejarah sinergi aparat penegak hukum dan elemen masyarakat sipil di Provinsi Jambi. Pasca-dinamika dan aksi unjuk rasa terkait pelarian tersangka narkoba Alung Ramadhan, suasana yang sempat menghangat kini mencair dalam sebuah pertemuan silaturahmi di Markas Front Persaudaraan Islam (FPI) Provinsi Jambi.
​Alih-alih berjarak, jajaran Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jambi memilih langkah humanis dengan mendatangi langsung para tokoh masyarakat, ulama, dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (AMAN). Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi pasca-keberhasilan Polda Jambi menangkap kembali tersangka Alung Ramadhan.
​Acara makan siang yang dihadiri sekitar 30 peserta ini dipimpin langsung oleh Dirintelkam Polda Jambi, Kombes Pol. Yuli Haryudo, S.E., yang didampingi oleh Wadir Intelkam AKBP S. Bagus Santoso, S.I.K., M.H., Kasubdit AKBP Ali Sadikin, S.E., serta Kasubdit 1 Politik Kompol Army Sevtiansyah.
​Kehadiran jajaran petinggi intelijen kepolisian ini disambut hangat oleh tokoh-tokoh sentral AMAN dan elemen masyarakat Jambi, di antaranya Sekretaris Wilayah FPI Provinsi Jambi Habib Syukri Baraqbah, Ketua FPI Kota Jambi Ustadz Arizal, Ketua Perkumpulan LIMBAH Provinsi Jambi Andrew Sihite, Ketua Aliansi Keadilan Bersama Polri, Sekretaris Forum Jurnalis Jambi Kang Maman, serta tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD Golkar Kota Jambi, Dr. Budi Setiawan, SP.,MM.
​Beranjak dari Konfrontasi Menuju Kolaborasi
​Silaturahmi ini mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa kritik tajam dan aksi turun ke jalan yang sebelumnya disuarakan oleh AMAN adalah murni bentuk kepedulian (check and balance) masyarakat agar Jambi bersih dari kejahatan narkotika. Sebaliknya, kehadiran Dirintelkam ke markas FPI membuktikan bahwa institusi Polri tidak antikritik dan justru mengedepankan cooling system dalam merangkul aspirasi publik.
​”Kami mengapresiasi kebesaran jiwa Bapak Dirintelkam beserta jajaran yang berkenan hadir dan duduk bersama. Dinamika unjuk rasa kemarin adalah bentuk cinta kami agar kepolisian bergerak cepat. Dengan tertangkapnya Alung, konfrontasi selesai. Hari ini, kita menyatukan napas dan langkah; AMAN siap menjadi mitra strategis Polda Jambi dalam memutus mata rantai narkoba,” tegas perwakilan Tim AMAN di sela-sela pertemuan.
​Menjaga Jambi adalah Tugas Bersama
​Dalam suasana keakraban tersebut, berbagai pandangan konstruktif saling bertukar. Dari kacamata sosial, lingkungan (LIMBAH), hingga keterbukaan informasi (Forum Jurnalis), semuanya sepakat bahwa kejahatan extraordinary seperti narkoba tidak bisa diselesaikan oleh polisi sendirian. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk Dr. Budi Setiawan sebagai figur masyarakat, menegaskan bahwa penolakan terhadap narkoba melampaui batas-batas organisasi, profesi, maupun pandangan politik.
​Polda Jambi melalui Ditintelkam menyambut baik komitmen ini, menegaskan bahwa pintu komunikasi antara kepolisian dan masyarakat akan terus terbuka lebar. Pertemuan di ruang tengah Markas FPI ini menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan dalam berdialog mampu menghasilkan kekuatan baru bagi Jambi.
​Kini, aparat dan aktivis telah berdiri di garis pertahanan yang sama. Satu napas melindungi negeri, satu langkah memutus bersama rantai narkoba demi Jambi yang lebih bersinar.
​Penulis & Narahubung:
Tim AMAN (Aliansi Masyarakat Anti Narkoba) Provinsi Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *