Editor's PickHighlightsIn PictureKota JambiPemerintahTop StoriesTrending

“Jangan Sampai Jadi Formalitas di Ruang Gelap,” Habib Syukri Minta Link Zoom Seleksi Direksi PDAM Disebar ke Publik.

JAMBI, 03.12.2025 – Menjelang tahapan krusial Presentasi Proposal Bisnis Calon Direksi Perumda Tirta Mayang yang akan digelar besok, Kamis (4/12) di Balai Kota, Dewan Pembina Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Provinsi Jambi, Habib Syukri Baraqbah, mengeluarkan peringatan keras dan tantangan terbuka kepada Pemerintah Kota Jambi dan Panitia Seleksi (Pansel).

Habib Syukri menilai pelaksanaan presentasi yang digelar tertutup di Lantai 6 Gedung Grha Siginjai berpotensi hanya menjadi “dagelan formalitas” jika tidak dibuka aksesnya kepada publik.

“Jangan Main ‘Petak Umpet’ di Lantai 6”

Habib Syukri menyoroti tajam lokasi dan format acara yang tertutup. Menurutnya, BUMD air minum menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga proses seleksinya tidak boleh dilakukan di ruang senyap.

“Jika Pemkot menjamin tidak ada titipan, kenapa presentasi harus sembunyi-sembunyi di ruang tertutup Lantai 6? Apa yang ditakutkan?” sindir Habib Syukri.

“Kami tantang Pansel: Buka pintunya, atau pasang kamera Live Streaming! Rakyat Jambi berhak tahu apa isi otak calon pemimpin yang akan mengurus air minum mereka 5 tahun ke depan. Jangan sampai ‘Proposal Bisnis’ ini hanya jadi formalitas di ruang gelap untuk memuluskan calon yang sudah diatur skenarionya.”

“Butuh Solusi Teknis, Bukan Teori Langit”

Menanggapi pernyataan Kabag Perekonomian Setda Kota Jambi yang menyebut tahap ini sebagai “uji kemampuan manajerial”, Habib Syukri mengingatkan agar Pansel tidak terbuai dengan presentasi yang penuh istilah canggih namun kosong substansi.

“Pak Hendra bilang ini uji manajerial. Kami ingatkan, Tirta Mayang tidak butuh teori manajemen bisnis yang muluk-muluk atau ‘Teori Langit’. Rakyat butuh air ngalir, bukan presentasi PowerPoint yang cantik!” tegasnya.

“L.I.M.B.A.H. menuntut besok: Adakah calon yang berani tanda tangan kontrak target penurunan kebocoran air (NRW) di bawah 25% dalam 2 tahun? Kalau proposalnya cuma normatif, coret saja! Kami butuh solusi teknis untuk krisis air, bukan karangan indah.”

“Tantangan Integritas: Berani Mundur?”

Sebagai pukulan pamungkas, Habib Syukri merespons jaminan “Tanpa Titipan” dari Pemkot dengan sebuah tantangan integritas yang konkret bagi 10 kandidat yang akan bertarung.

“Pemkot bilang tidak ada titipan. Bagus. Kami tantang 10 kandidat besok pagi sebelum masuk ruangan, tanda tangani Pakta Integritas di depan media: ‘Siap Mundur jika dalam 1 tahun gagal perbaiki layanan air’,” tantang Habib Syukri.

“Berani tidak? Kalau tidak berani, berarti Anda cuma cari jabatan, cuma mau jadi Pejabat Berdasi, bukan mau mengabdi sebagai Pelayan Air Bersih.”

L.I.M.B.A.H. memastikan akan memantau jalannya seleksi besok. Organisasi lingkungan ini menegaskan bahwa setiap kegagalan pelayanan Tirta Mayang di masa depan adalah dosa moral dari proses seleksi yang tidak transparan hari ini.

“Ingat, kami mengawasi. Jangan main-main dengan hajat hidup warga Jambi,” tutup Habib Syukri.

Penulis : Andrew Sihite – Kang Maman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *