Editor's Pick

MAPALA PAMSAKA Eksplorasi Goa Bujang, Perkuat Kompetensi Caving dan Kepedulian Lingkungan

Jambi, 17.08.2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam MAPALA PAMSAKA melaksanakan ekspedisi lintas alam di kawasan Goa Bujang, Dusun Senggring, Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Selasa (17/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program eksplorasi alam sekaligus penguatan kapasitas anggota di bidang penelusuran goa (caving).

Ekspedisi diikuti oleh dua anggota MAPALA PAMSAKA, yakni Basok Ilham dan Raudathul Janah. Dalam pelaksanaannya, tim mendapat pendampingan dari Agus, anggota Komunitas Pecinta Alam Merangin, KPA Cakra Masurai, yang membantu navigasi lapangan serta memastikan kegiatan berjalan sesuai standar prosedur keselamatan.

Penelusuran dimulai sejak pagi hari dengan membawa perlengkapan keselamatan standar, seperti helm, headlamp, tali, dan peralatan navigasi. Tim menyusuri lorong-lorong goa dengan karakter medan yang bervariasi, mulai dari jalur sempit, bebatuan lembap, hingga ruang goa yang cukup luas.

Raudathul Janah selaku Penanggung Jawab Divisi Caving MAPALA PAMSAKA mengatakan, kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada petualangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran teknis dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ekspedisi ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi anggota, khususnya dalam teknik penelusuran goa, manajemen keselamatan, serta dokumentasi kondisi alam. Harapannya, kegiatan ini turut menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kelestarian kawasan karst dan ekosistem bawah tanah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan dari KPA Cakra Masurai sangat membantu kelancaran kegiatan di lapangan.
“Kolaborasi ini penting, selain memperkuat jejaring antarpecinta alam, juga memastikan penelusuran dilakukan dengan standar keselamatan yang baik dan berbasis pengalaman lokal,” tambahnya.

MAPALA PAMSAKA menegaskan, ekspedisi lintas alam ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam pendidikan lingkungan, pengembangan keterampilan lapangan, serta promosi potensi wisata alam di wilayah Sungai Manau. Hingga kegiatan berakhir, seluruh peserta dilaporkan dalam kondisi aman dan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *