“Sulap Setengah Tahun Polda Jambi Terbongkar! Habib Syukri: Belajar Nangkap ke Polresta, Belajar Sulap ke Polda”
JAMBI, 11.04.2026 — Dunia penegakan hukum di Provinsi Jambi saat ini tengah menyajikan dua tontonan yang sangat bertolak belakang. Di satu sudut, ada ketegasan dan ketangkasan yang patut mendapat standing ovation. Namun di sudut yang lain, publik disuguhi kelalaian level dewa yang lebih mirip dengan pertunjukan sirkus.
Menyoroti anomali ini, Habib Ahmad Syukri Baraqbah, S.Hi., selaku Sekretaris Wilayah FPI Provinsi Jambi yang juga memegang mandat sebagai Ketua Dewan Pembina Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Provinsi Jambi, angkat bicara dengan nada satir yang menohok kinerja kepolisian.
Prestasi Emas Polresta Jambi: Cara Benar Mengunci Pintu
Polresta Jambi di bawah komando Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar baru saja menunjukkan kelasnya sebagai aparat penegak hukum sejati. Penggerebekan di Hotel Harisman Resident pada awal April 2026 berjalan presisi dan elegan. Petugas sukses mengamankan 2 kilogram sabu dan 5.051 butir ekstasi beserta tiga pelakunya (RL, RT, SA).
Dalam operasi ini, tidak ada drama. Tidak ada tersangka yang mendadak jadi atlet parkour. Semua tersangka berhasil diamankan, diborgol, dan digiring ke sel tanpa ada yang “menguap” di tengah jalan. Polresta Jambi membuktikan bahwa mereka tahu betul prosedur dasar pengamanan: mengunci pintu dan tidak membiarkan tersangka jalan-jalan sendiri.
Atraksi Ilusi Polda Jambi: Tahanan Merayap dengan Kabel Ties
Sangat kontras dengan keberhasilan di tingkat resor, Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jambi justru menampilkan panggung ilusi yang mencengangkan. Dalam penanganan kasus raksasa sabu seberat 58 kilogram, tersangka utamanya, Alung Ramadhan, berhasil kabur dari lantai dua ruang penyidik.
Hebatnya lagi, Alung melarikan diri dengan kondisi tangan terikat kabel ties. Entah bagaimana seorang tahanan terborgol bisa melompat dari jendela, merayap di dinding gedung Polda, dan menghilang ditelan malam layaknya pahlawan super. Lebih ajaib dari pelariannya, insiden memalukan yang terjadi pada Oktober 2025 ini berhasil “disulap” dan disembunyikan sangat rapat dari publik selama enam bulan penuh, hingga akhirnya terbongkar secara tidak sengaja di persidangan terdakwa lainnya.
Sindiran Tajam dari Dewan Pembina L.I.M.B.A.H.
Melihat dua realitas yang jomplang ini, Habib Ahmad Syukri Baraqbah memberikan apresiasi sekaligus kritikan yang sangat tajam.
“Kita harus akui, kalau mau belajar cara menangkap penjahat dengan benar, belajarlah ke Polresta Jambi. Tapi kalau mau kursus sulap menghilangkan tahanan terborgol dalam sekejap mata dan menutupinya selama setengah tahun, Markas Polda Jambi adalah tempat yang paling tepat,” sindirnya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan wibawa dan pengawasan di bawah kepemimpinan Irjen Pol Krisno H Siregar. Menurutnya, kegagalan menahan tersangka kelas kakap ini adalah tamparan keras bagi akal sehat masyarakat.
“Polresta bisa menangkap kurir 2 kilogram dengan aman. Polda yang menangani 58 kilogram, malah kebobolan dengan cara yang sangat tidak masuk akal. Tahanan terborgol bisa merayap di dinding lantai dua itu murni komedi. Ini mengundang tanda tanya besar di masyarakat, apakah standar pengamanan kita serendah itu, atau memang ada perlakuan super VIP untuk sindikat kelas paus?” tegas Habib Syukri Baraqbah.
Kasus ini menjadi catatan hitam yang sangat memalukan. Saat jajaran tingkat kota bekerja keras menjaga wilayahnya dari peredaran narkoba, tingkat daerah justru memperlihatkan celah keamanan institusi yang menggelikan. Publik kini menanti langkah nyata dan transparansi penuh, bukan sekadar mutasi internal untuk menutupi jejak sang pesulap kabel ties.
Penulis : Andrew Sihite – Kang Maman
