Antoni Gumay: ‘Kita Buat Bola Tangan Bergema di Sekolah’, KONI Siap Dukung Penuh ABTI
JAMBI – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan olahraga Kota Jambi, sebuah diskusi hangat terjadi di markas KONI Kota Jambi, Kamis (29/1). Bukan sekadar pertemuan formalitas, namun sebuah peta jalan baru sedang digambar. Tujuannya satu: Membangunkan raksasa tidur bernama Bola Tangan.
Ketua KONI Kota Jambi, Antoni Karia Gumai, duduk bersama jajaran pengurus Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Jambi dengan tatapan optimis. Bagi Antoni, Bola Tangan bukan sekadar cabang olahraga pelengkap, melainkan tambang emas prestasi yang belum digali dalam-dalam.
“Sekolah Adalah Kunci”
Dalam pertemuan tersebut, Antoni Gumay melemparkan ide yang sederhana namun fundamental. Ia tidak ingin ABTI hanya sibuk di level elit, tapi lupa pada akarnya.
“Saya membayangkan, nanti di setiap sekolah di Kota Jambi, suara pantulan bola tangan akan terdengar seramai suara bola basket atau futsal,” ujar Antoni dengan antusias.
“Anak-anak Jambi itu punya fisik yang tangkas dan nyali yang besar. Itu modal utama bola tangan. Tugas ABTI sekarang adalah menjemput mereka. Masuklah ke sekolah-sekolah, buatlah klub, dan biarkan mereka jatuh cinta pada olahraga ini. Kami di KONI akan mendukung penuh, karena kami percaya juara dunia itu lahir dari lapangan sekolah, bukan tiba-tiba muncul di podium,” tambahnya.
Pondasi Dulu, Baru Lari Kencang
Namun, semangat saja tidak cukup. Sekretaris KONI Kota Jambi, Ivan Adetusa, yang mendampingi pertemuan tersebut, memberikan perspektif tentang pentingnya “rumah yang rapi”. Ivan menekankan bahwa sebelum berlari kencang mengejar medali, ABTI harus memastikan sepatunya sudah terikat kuat—artinya, manajemen organisasi harus beres.
“Kami ingin ABTI besar bukan karena nasib, tapi karena by design (perencanaan). Makanya, tim verifikasi KONI akan segera turun. Bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk memastikan ‘dapur’ organisasi ini ngebul dengan sehat,” jelas Ivan.
“Kita cek markasnya, kita data pelatihnya, kita pastikan atletnya ada. Kalau administrasinya rapi, pembinaan jadi terukur. Ini cara kami di KONI menjaga marwah olahraga, agar setiap rupiah anggaran dan setiap tetes keringat atlet bermuara pada prestasi nyata,” tegasnya.
Bak gayung bersambut, Ketua ABTI Kota Jambi, Darmawan, menangkap “bola” tantangan tersebut. Ia menegaskan bahwa ABTI siap bertransformasi. Dengan dukungan penuh dari KONI, mereka siap menggelar karpet merah kompetisi untuk atlet-atlet muda.
Kini, sinergi itu telah terjalin. KONI memberikan peta, dan ABTI siap memegang kemudi. Warga Kota Jambi tinggal menunggu waktu untuk melihat lahirnya bintang-bintang baru dari arena bola tangan.
Penulis : Andrew Sihite (KONI Kota Jambi)
