Yth. Bapak Kapolri: Tolong Bersihkan Propam Polda Jambi yang Perlakukan Rakyat Seperti Pengemis Hukum
Kepada Yth,
- Bapak Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
- Bapak Kadiv Propam Polri, Irjen Pol. Abdul Karim
- Bapak Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar
- Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI
Salam Presisi, Salam Keadilan!
Melalui ruang publik ini, kami dari Perkumpulan L.I.M.B.A.H. (Lembaga Inisiasi Membangun Bumi Agar Hijau) Cabang Provinsi Jambi, bersama para keluarga korban pembunuhan, korban kriminalisasi aparat, dan para pencari keadilan, menyampaikan teguran keras sekaligus rasa muak atas matinya empati dan etika pelayanan di tubuh Bidpropam Polda Jambi.
Pada rentang waktu aksi unjuk rasa damai dan penyampaian 8 (delapan) tuntutan kasus ketidakadilan yang kami gelar, kami mendapati sebuah ironi yang sangat menyayat hati nurani hukum di Provinsi Jambi.
Di satu sisi, kami menaruh hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Bagwassidik Ditreskrimum Polda Jambi. Bapak AKBP Imam Rachman telah menunjukkan kelasnya sebagai perwira polisi yang beradab. Beliau menyambut kami di dalam ruangan, memanggil para penyidik terkait, dan mendengarkan jerit tangis rakyat dengan penuh penghargaan. Inilah wajah Polri yang diidamkan rakyat: humanis, transparan, dan melayani.
Namun, wajah peradaban itu seketika dihancurkan lebur oleh arogansi jajaran Bidpropam Polda Jambi—sebuah divisi yang secara konstitusional ditugaskan untuk menjaga moral dan etika anggota Polri.
Ketika massa aksi—yang di dalamnya terdapat ibu-ibu yang kehilangan suaminya akibat pembunuhan sadis, bapak-bapak korban penipuan yang kasusnya mangkrak berbulan-bulan, aktivis pembela lingkungan, hingga 20 awak media—melangkah menuju Gedung Bidpropam untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik para penyidik, pintu itu seolah diharamkan bagi kami.
Kami tidak dipersilakan masuk ke dalam ruangan. Kami diadang, dibiarkan berdiri menunggu selama lebih dari 20 menit, dan puncaknya: rombongan personel Propam Polda Jambi justru mendatangi massa dan melakukan “interogasi” laporan warga di tengah panasnya aspal area parkir.
Bapak Kapolri dan Bapak Kadiv Propam yang kami hormati,
Apakah aspal parkiran kini telah resmi menjadi ruang penerimaan tamu bagi Bidpropam Polda Jambi? Apakah Standar Operasional Prosedur (SOP) Presisi mengamanatkan jajaran Propam untuk memperlakukan rakyatnya seperti pengemis yang tidak layak menginjakkan kaki di atas lantai gedung?
Gedung Propam Polda Jambi yang megah itu dibangun dari keringat dan pajak rakyat. Di dalamnya mengalir uang dari para korban yang hari itu justru diusir secara halus ke jalanan. Para korban ini datang membawa trauma akibat kejahatan jalanan dan kebobrokan oknum aparat di tingkat Polsek hingga Polresta. Sangat biadab ketika mereka mencari perlindungan, aparat yang berwenang justru memberikan kekerasan psikologis lapis dua dengan merendahkan martabat mereka di depan umum.
Jika divisi yang bertugas menegakkan etika kepolisian saja sudah kehilangan adab dan etika dalam memanusiakan manusia, kepada siapa lagi rakyat Jambi harus berharap?
Oleh karena itu, demi menjaga muruah institusi Kepolisian Republik Indonesia dari oknum-oknum yang mabuk kekuasaan, kami dengan tegas menuntut:
- Copot dan Evaluasi Kabid Propam Polda Jambi: Kami mendesak Bapak Kapolda Jambi dan Divpropam Mabes Polri untuk segera mengevaluasi total kinerja, mentalitas, dan kelayakan etika Kabid Propam Polda Jambi beserta jajarannya. Perilaku feodal yang merendahkan masyarakat ini tidak boleh mendapat tempat di tubuh Polri.
- Permintaan Maaf Terbuka Secara Institusi: Bidpropam Polda Jambi harus meminta maaf secara publik kepada para korban, keluarga korban, awak media, dan aktivis L.I.M.B.A.H. atas perlakuan diskriminatif dan nir-empati di area parkir Mapolda Jambi.
- Ambil Alih 8 Kasus Tuntutan L.I.M.B.A.H: Mengingat rusaknya kepercayaan kami terhadap objektivitas Propam di daerah, kami menuntut Mabes Polri dan Kompolnas turun gunung untuk mensupervisi langsung 8 kasus mangkrak, dugaan rekayasa BAP, imunitas korporasi, hingga skandal moral oknum perwira polisi di Jambi yang telah kami laporkan.
Kebenaran mungkin bisa dicegat di depan pintu gedung mewah Anda, tetapi suaranya akan tetap menggema dan menghancurkan arogansi tersebut dari luar. Hukum diciptakan untuk memanusiakan manusia, bukan untuk menindas mereka di atas aspal parkiran!
Fiat Justitia Ruat Caelum! (Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh)
Jambi, 26 Juni 2026
Hormat Kami, Atas Nama Para Pencari Keadilan
Andrew Sihite
Ketua Perkumpulan L.I.M.B.A.H. Cabang Provinsi Jambi (Lembaga Inisiasi Membangun Bumi Agar Hijau)
Tembusan:
- Disiarkan Serentak secara Nasional melalui 27 Jaringan Media Sindikasi Afiliasi (PortaLLimbah.id, Realita24.com, dll)
- Arsip Perjuangan Rakyat
